Pemikiran Politik

Pemikiran Politik

Merupakan bagian dari ilmu politik yang mengkhususkan diri dalam penyelidikan tentang pemikiran-pemikiran yang terdapat dalam bidang politik,semenjak dari dahulu kala di masa Yunani Kuno sampai ke masa sekarang. Pada tahap itu politik berkembang secara pesat berdampingan dengan cabang-cabang ilmu sosial lainnya,seperti sosiologi, antropologi, ekonomi, dan psikologi. Pemikiran  mengenai politik yang sangat normatif itu telah terdesak oleh definisi-definisi lain yang lebih menekankan pada upaya (means)untuk mencapai masyarakat yang baik, seperti kekuasaan,pembuatan keputusan, kebijakan, alokasinilai, dan sebagainya.Namun demikian pemikiran politik sebagai usaha untuk mencapai suatu masyarakat yang lebih baik dan untuk mencapai suatu tatanan kehidupan sosial yang lebih baik.Oleh karena itu tentu perlu disadari bahwa persepsi mengenai baik dan adil dipengaruhi oleh nilai-nilai serta ideologi masing-masing dan zaman yang bersangkutan.

Suatu pandangan hidup atau sistem nilai yang menyeluruh dan mendalam yang dipunyai dan dipegang oleh suatu masyarakat,tentang bagaimana mencapai kehidupan berbangsa dan bernegara yang baik,mengatur tingkah laku bersama. Dikenal dua pengertian mengenai ideologi dalam ilmu-ilmu sosial yaitu ideologi secara fungsional dan ideologi secara struktural.Adapun ideology-ideologi politik antara lain ; 1.Ideologi Liberalisme dan Kapitalisme, 2. Ideologi Konservatisme, 3. Ideologi Sosialisme dan Komunisme, 4.Ideologi Fasisme. Pada kenyataannya tidak satu ideologi saja yang diperkenankan berkembang yang dianut dalam masyarakat ini, tetapi ada satu yang dominan dalam ideologi dunia.

Setiap negara dalam kehidupan politik selalu menggunakan alasan demi “kebaikan bersama”( public good) mengenai ideologi yang dianut dalam negaranya.Alasan yang diterima secara umum itu dikemukakan untuk mengadakan pembenaran atas tindakannya. Dengan alasan itu masing-masing negara  mempunya ideology yang berbeda untuk menentukan kehidupan politik. Misalnya, di Indonesia sendiri menganut ideology Pancasila. Bahwa dalam demokrasi di Indonesia mempunyai ciri khas yaitu demokrasi berdasarkan kerakyatan yang di pimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan.Dengan demikian berarti bahwa penentunya adalah kebulatan mufakat sebagai hasil kebijaksanaan.Hal ini sesuai dengan nilai pancasila yaitu sila ke empat.

Dengan demikian sampai pada kesimpulan bahwa politik dalam suatu negara berkaitan dengan masalah kekuasaan(power)pengambilan keputusan (decision making),kebijakan publik (public policy), dan alokasi atau distribusi(allocation of distribution).Pemikiran mengenai politik (politics) di dunia Barat banyak dipengaruhi oleh filsuf Yunani Kuno abad ke-5 SM. pemikiran  mengenai politik yang sangat normatif itu telah terdesak oleh definisi-definisi lain yang lebih menekankan pada upaya (means)untuk mencapai masyarakat yang baik, seperti kekuasaan,pembuatan keputusan, kebijakan, alokasinilai, dan sebagainya. Namun demikian pemikiran politik sebagai usaha untuk mencapai suatu masyarakat yang lebih baik dan untuk mencapai suatu tatanan kehidupan sosial yang lebih baik.Oleh karena itu tentu perlu disadari bahwa persepsi mengenai baik dan adil dipengaruhi oleh nilai-nilai serta ideologi masing-masing dan zaman yang bersangkutan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s