Buku Panduan Murid

PENDAHULUAN

Kebijakan public merupakan suatu kesepakatan terhadap cara pemenuhan tanggungjawab pemerintah pusat dan daerah yang tertuang dalam bentuk tertulis dalam peraturan perundang-undangan. Contoh dari kebijakan public adalah: Sekolah bertanggungjawab atas pembuatan kebijakan yang berkaitan dengan perilaku dan disiplin siswa (pelaksana à guru dan pimpinan sekolah. Masalah-masalah yang mungkin timbul terkait dengan kebijakan: kebijakan tidak dijalankan sesuai dengan harapan, kebijakan belum dilaksanakan padahal sudah ada peraturan atau kebijakan belum dibuat sama sekali. Sebagai warga negara yang baik maka alangkah baiknya kita menggunakan hak yang dimiliki oleh WNI yaitu mengemukakan pemikiran berupa solusi terkait dengan permasalahan yang dihadapi oleh pemerintah.

Program kegiatan ini dimaksudkan untuk membantu belajar bagaimana cara mengungkapkan pemikiran (pendapat), bagaimana memutuskan lembaga pemerintah mana yang akan mengenai permasalahan yang telah diidentifikasi dan bagaimana cara mempengaruhi pemerintah tersebut dalam membuat kebijakan. Hal-hal yang perlu dilakukan meliputi:

  1. Mengidentifikasi masalah yang akan dikaji à masalah yang dianggap penting oleh masyarakat dan memilih lembaga pemerintah yang tepat.
  2. Mengumpulkan informasi à mengumpulkan dan mengevaluasi berbagai informasi terkait dengan permasalahan.
  3. Mengkaji solusi à mengkaji kebijakan yang sekarang ada dan kebijakan yang mana merupakan saran-saran dari masyarakat.
  4. Menyusun kebijakan public sendiri à harapan kebijakan diserap pemerintah.
  5. Mengembangkan rencana kerja à tentang cara mempengaruhi pemerintah supaya menyerap kebijakan public yang telah diusulkan.

Portofolio adalah kumpulan informasi dan dokumentasi penelitian yang saling berkaitan dengan rencana kerja yang diambil untuk menanggapi isu kebijakan public yang menjadi bahan kajian.

LANGKAH I: Mengidentifikasi Masalah Kebijakan Publik dalam Masyarakat

 

Tujuan: untuk berbagi informasi yang sudah diketahui oleh diri sendiri, teman dan orang lain terkait dengan permasalahan tersebut. dengan informasi yang cukup maka akan memudahkan untuk memilih satu permasalahan yang tepat.

 

  1. A.    Diskusi Kelas (berbagi informasi tentang masalah yang ditemukan dalam masyarakat )

Anggota kelas dibagi menjadi beberapa kelompok (@ 2-3 orang) kemudian mendiskusikan permasalahan yang berbeda. Hasil diskusi digunakan dalam pengembangan portofolio.

Permasalahan yang mungkin: masalah umum dalam masyarakat, masalah di sekolah, masalah yang berkaitan dengan remaja dan anak-anak sekolah, masalah yang menyimpang dari norma, masalah yang menyangkut kebebasan mendasar, masalah lingkungan.

 

  1. B.     Diskusi Kelompok

Mendiskusikan permasalahan yang sudah disepakati oleh kelompok.

 

  1. C.    Pekerjaan Rumah

Informasi-informasi yang didapat hendaklah dijadikan sebagai bahan dokumentasi yang akan berguna sekali sebagai bahan pembuatan portofolio kelas. Pekerjaan rumah terbagi atas tiga hal yaitu:

  1. Tugas wawancara à melakukan wawancara dengan orang yang dianggap tahu tentang permasalahan yang diambil. Kemudian mencatat hasil wawancara dalam format wawancara.
  2. Tugas menggunakan media cetak à mencari informasi melalui surat kabar/ media cetak.

iii. Tugas menggunakan radio/ TV à mencari informasi melalui media elektronik, misal TV atau radio.

 

 

LANGKAH II: Memilih Masalah Sebagai Bahan Kajian Kelas

Langkah-langkah untuk memilih satu masalah yang khusus:

  1. Informasi sudah dianggap cukup dan keputusan diambil dengan voting.
  2. Jika informasi dirasa kurang maka perlu diberikan pekerjaan rumah kepada beberapa kelompok lagi untuk mengumpulkan lebih banyak informasi.
  3. Keputusan harus berisi tentang permasalahan yang benar-benar penting bagi masyarakat dan diri sendiri.

 

LANGKAH III: Mengumpulkan Informasi Masalah yang akan dikaji

  1. A.    Aktivitas kelas mengidentifikasi sumber-sumber informasi

Contoh-contoh sumber informasi: perpustakaan, kantor surat kabar, professor dan pakar, ahli hukum dan hakim, organisasi masyarakat, kantor legislative dan kantor pemerintahan daerah, lembaga swadaya masyarakat (LSM), kantor polisi, jaringan informasi elektronik.

 

  1. B.     Panduan untuk memperoleh dan mendokumentasikan informasi
  2. Mengunjungi tempat narasumber berada.
  3. Mendapatkan informasi melalui telepon
  4. Surat menyurat dengan menyampaikan surat kepada instansi tertentu yang dijadikan narasumber.

 

  1. C.    Pekerjaan rumah meneliti masalah yang muncul dalam masyarakat

Ketika menghubungi narasumber maka hendaklah diawali dengan memperkenalkan diri, menjelaskan tujuan atau alasan mengapa menghubungi pihak tersebut.

 

 

 

 

LANGKAH IV: Mengembangkan Portofolio Kelas

 

  1. A.    Spesifikasi Portofolio terdiri atas dua bagian, yaitu:
  2. Bagian Tayangan à dibuat sedemikian rupa sehingga dapat diletakkan pada meja atau papan pengumuman. Bahan-bahannya dapat meliputi pernyataan tertulis, daftar sumber informasi, peta, grafis, foto-foto, karya seni yang asli.
  3. Bagian Dokumentasi à bahan-bahan yang didokumentasikan merupakan bukti atas apa yang telah dilakukan dan berisi terkait dengan bahan-bahan yang dianggap penting.

 

  1. B.     Tugas kelompok Portofolio

Di dalam kelas dibagi menjadi empat kelompok yang mana sebagai berikut.

  1. Kelompok Portofolio Satu : menjelaskan masalah, menjelaskan pilihan masalah yang dikaji dan menjelaskan mengapa permasalahan itu dianggap penting.
  2. Kelompok Portofolio Dua : menilai kebijakan alternative yang disarankan untuk memecahkan masalah.
  3. Kelompok Portofolio Tiga : mengembangkan kebijakan public yang akan didukung oleh seluruh kelas, kelompok ini bertanggungjawab pula untuk menjelaskan dengan tepat atas suatu kebijakan tertentu.
  4. Kelompok Portofolio Empat : mengembangkan suatu rencana tindakan atas kebijakan yang telah dipilih untuk mempengaruhi pembuat kebijakan dalam memutuskan kebijakan yang akan diambil.

 

  1. C.    Kriteria Penilaian Portofolio

Harus ditentukan tentang kriteria-kriteria dalam membuat portofolio, hal ini akan membantu mengembangkan portofolio terbaik dan menunjukkan suatu pemecahan masalah yang kreatif dan original. Selain itu, dengan kriteria ini maka kita mampu memperkirakan pengaruh yang mungkin akan terjadi dalam melihat keseluruhan portofolio.

Kriteria portofolio dapat meliputi: kelengkapan, kejelasan, informasi, ghal-hal yang mendukung, grafis, dokumentasi, konstitusionalitas. Kriteria secara keseluruhan meliputi: persuasive, kegunaan, koordinasi, refleksi.

 

  1. D.    Beberapa petunjuk bagi kelompok portofolio

Kelompok-kelompok dalam membuat portofolio hendaknya menjalin komunikasi antar kelompok untuk saling berbagi ide dan informasi. Hal ini berguna untuk menghasilkan portofolio terbaik dan menghindarkan terjadinya penayangan informasi yang sama lebih dari satu kali dan juga menjamin ketepatan tayangan serta bukti-bukti yang telah dilakukan.

 

LANGKAH V: Menyajikan Portofolio

 

Tujuan à membekali siswa dengan pengalaman belajar bagaimana cara mempresentasikan ide-ide dan pemikiran kepada orang lain, serta bagaimana cara meyakinkan pihak yang dituju terkait langkah-langkah yang diambil.

 

 

 

  1. A.    Presentasi awal (4 menit pertama)

Informasi yang disampaikan harusnya sesuai dengan yang tercantum pada bagian tayangan dan bagian dokumentasi. Hanya bahan-bahan yang terdapat dalam portofolio yang bisa disampaikan dalam presentasi lisan.

  1. B.     Forum Tanya Jawab (6 menit berikutnya)

Dewan juri akan mengajukan beberapa pertanyaan berdasarkan presentasi dan tampilan portofolio.

  1. C.    Persiapan presentasi

Dapat meminta bantuan dari pihak/ orang lain untuk melatih bagaimana cara melakukan presentasi kelompok sehingga ketika ditampilkan lancer.

  1. D.    Panduan
    1. Setiap anggota kelompok terlibat dalam presentasi
    2. Ketika presentasi cukup menyampaikan hal-hal yang dianggap penting.

iii. Presentasi hanya bersumber pada portofolio yang telah dibuat.

  1. E.     Kriteria penilaian

Penilaian dilakukan oleh dewan juri dan sebelum presentasi dimulai, mereka akan menyampaikan kriteria penilaian presentasi.

 

 

LANGKAH VI: Merefleksikan Pengalaman Belajar

 

Tujuan à salah satu untuk belajar, menghindari terjadinya kesalahan, dan meningkatkan kemampuan yang sudahh dimiliki.

Pada tahap ini, portofolio sudah selesai. Tahap refleksi hendaknya merupakan kerjasama antar tim dan menggambarkan tentang apa yang telah dipelajari dan bagaiman cara yang dilakukan dalam pengembangan portofolio.

 

 

 

 

Kesimpulan

Setelah semua tahap dilakukan maka harusnya dilanjutkan dengan mengembangkan keterampilan dalam mempengaruhi pengambil kebijakan karena kehidupan ini bersifat dinamis sehingga tidak menutup kemungkinan untuk melakukan revisi terhadap kebijakan yang telah diambil (jika diperlukan).

Sumber:
~ Buku Kami Bangsa… Indonesia Praktik Belajar Kewarganegaraan ( Panduan untuk Murid)

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s